Rabu, 18 Maret 2015

Simulasi TP-Link




1.       Status

2.       Quick Setup







3.       WPS


4.       Network





5.       Wireless Settings


6.       Wireless Security





7.       Wireless MAC Filtering



8.       Wireless Advanced




9.       Wireless Statistics



10.   Throughput Monitor




11.   DHCP Settings



12.   DHCP Client List




13.   Address Reservation



14.   SNMP Settings




15.   Diagnostic



16.  Ping watch dog




17.   Firmware upgrade



18.   Factory defaults




19.   Backup  & restore



20.   Reboot




21.   Password



22.   System log

Rabu, 04 Maret 2015

TUTORIAL MEMBANGUN JARINGAN LAN




A.KONFIGURASI IP ADDRESS
1.Pilih control  panel

2.Pilih network and internet
 

3.Pilih network and sharing center
 

4.Pilih change adapter setting
 

5.Pilih Local Area Connection kemudian klik dua kali properties
 

6.Klik dua kali internet protocol version 4 (TCP/IP V4) 
 


7.pilih use the following  ip  address
 

8.Atur IP Address yang diinginkan
9.setelah selesai klik OK , OK.


B.KONFIGURASI FIREWALL
1.Pilih control panel
 

2.pilih system and security
 
  

3.Pilih windows firewall
 

4.Pilih  turn windows firewall on or off
 


5.Pilih turn off untuk kedua jenis network. Lalu klik OK.


C. CARA PING
1. Tekan windows+R  pada keyboard, lalu ketik  PING  (IP ADDRESS KOMPUTER  YANG INGIN DICEK KONEKSINYA) –t
CONTOH:  PING 10.24.7.11 –t   lalu klik OK


2.Jika computer telah terkoneksi maka akan muncul  gambar  seperti di bawah ini
 


D.KONFIGURASI FILE SHARING
1.Pilih control panel
 

2.pilih network and internet
 

3.Pilih network and sharing center
 


4.Pilih change advance sharing setting.

5.Turn off password protocol sharing, yang lain di turn on kan.
Lalu save changes. 
 


Hasil document yang telah disharing


Hub, Switch, AP TP-Link



Perbedaan Hub dan Switch
Switch
Switch adalah perangkat keras yang bertugas untuk mendistribusikan paket data dalam suatu jaringan komputer. Switch dapat mengenali topologi jaringan di banyak layer sehingga paket data sampai ke tujuan dengan tepat. Dalam jaringan, Switch menyaring dan meneruskan paket antara segmen LAN.  Switch beroperasi pada data link layer (layer 2) dan kadang-kadang network layer (lapisan 3) dari OSI Reference Model dan karena itu mendukung semua protokol paket.

Hub
Hub adalah perangkat jaringan sederhana dan tidak mengatur alur jalannya data di jaringan, jadi packet data yang melewati Hub akan dikirim (broadcast) ke semua port yang ada. Hub umumnya digunakan untuk menghubungkan segmen LAN. Ketika sebuah paket tiba di satu port, paket data itu dicopy ke port lainnya sehingga semua segmen LAN bisa melihat semua paket data. Hal ini dapat membuat hub menjadi collisions dan memperlambat jaringan. 

Secara sekilas sulit untuk melihat perbedaan switch dan hub karena baik switch dan hub sama-sama memiliki beberapa port dari kabel RJ45 yang merupakan suatu tempat untuk terhubungnya antara konektor RJ45 yang terpasang pada ujung kabel jaringan.
  • Perbedaan switch dan hub yang pertama yaitu terletak pada colloision control, di mana pada Hub memiliki satu collision untuk semua port sedangkan untuk switch biasanya pada setiap port memiliki colloision control sendiri-sendiri. Colloision control merupakan pengontrol transmisi data atau informasi dalam kabel jarinagn LAN sehingga tidak terjadi tabrakan data.
  • Pada dasarnya, hub hanya memiliki 4 sampai dengan 12 port sedangkan untuk switch umumnya memiliki port yang lebih banyak.
  • Switch umumnya jika ditinjau dari keamanan, memiliki tingkat keamanan yang lebih ketat jika dibandingkan dengan Hub.
  • Switch dalam kecepatan transfer data pun lebih cepat jika dibandingkan dengan hub.
  • Hub memiliki harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan switch 
  • Hub dipengaruhi oleh jumlah port, jika semakin banyak dan besar maka kesepatan proses transmisi semakin lambat berbeda halnya dengan switch karena jumlah port tidak mempengaruhi kecepatan transmisi data.

Penjelasan mode-mode pada accespoint TP-Link
Access Point - Transform jaringan kabel yang ada ke jaringan nirkabel .
Access Point - Dalam mode ini , perangkat ini dapat terhubung ke jaringan kabel dan mengubah akses kabel ke nirkabel yang beberapa perangkat dapat berbagi bersama , terutama untuk rumah , kantor atau hotel di mana hanya jaringan kabel tersedia .
 
Repeater ( Range Extender ) - Memperpanjang jangkauan nirkabel yang ada dengan menyampaikan sinyal nirkabel .
Repeater - Dalam mode ini , perangkat ini dapat menyalin dan memperkuat sinyal nirkabel yang ada untuk memperluas cakupan sinyal , terutama untuk ruang besar untuk menghilangkan sudut sinyal - buta .

Jembatan dengan AP - Campurkan dua jaringan lokal melalui koneksi nirkabel .
Bridge with AP - Dalam mode ini , perangkat ini dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa jaringan lokal yang jauh sulit kawat jauh bersama-sama untuk satu sama melalui koneksi nirkabel . Sementara menjembatani dengan AP lainnya , perangkat ini juga dapat bertindak sebagai jalur akses pada saat yang sama untuk membuat jaringan nirkabel lokal untuk semua perangkat Wi - Fi .

Client - Bertindak sebagai " Adapter Wireless " untuk menghubungkan perangkat kabel (misalnya Xbox / PS3 ) ke jaringan nirkabel .
Client - Dalam mode ini , perangkat ini dapat dihubungkan ke perangkat lain melalui port Ethernet dan bertindak sebagai adaptor untuk memberikan akses kabel perangkat Anda ke jaringan nirkabel , terutama untuk Smart TV , Media Player , atau konsol game hanya dengan port Ethernet .

Multi- SSID - Buat beberapa jaringan nirkabel untuk menyediakan keamanan dan kelompok VLAN yang berbeda .
Multi- SSID - Dalam mode ini , perangkat ini dapat membuat hingga 4 jaringan nirkabel diberi label dengan SSID yang berbeda dan menetapkan setiap SSID dengan keamanan yang berbeda atau VLAN , terutama untuk situasi ketika berbagai kebijakan akses dan fungsi yang diperlukan .







Senin, 02 Maret 2015

Jaringan Wireless Ad-hoc



PENGERTIAN AD-HOC
 Jaringan Ad-hoc merupakan jaringan wireless sederhana dimana komunikasi terjadi diantara 2 perangkat atau lebih pada cakupan area tertentu tanpa harus memerlukan sebuah access point atau server. Setiap host cukup memiliki transmitter dan receiver wireless untuk berkomunikasi secara langsung satu sama lain. Kekurangan dari mode ini adalah komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang menggunakan kabel. Selain itu, daerah jangkauan pada mode ini terbatas pada jarak antara kedua komputer tersebut. Contoh mobile node adalah notebook, PDA dan ponsel. Jaringan ad hoc disebut juga dengan spontaneous network atau disebut MANET (Mobile Ad hoc NETwork)

Tipe security pada wireless
a.No authentication (Open) : berarti kalian tidak menggunakan password pada jaringan ini

b.WEP
WEP adalah kepanjangan dari Wired Equivalent Privacy atau bisa disebut juga shared key/Shared Key Authentication. WEP berarti kalian menggunakan password dan password minimal 5 karakter dan maksimal sampai 26 karakter. Enkripsi WEP mempergunakan sebuah kunci yang dimasukkan oleh administrator ke pengguna (client) maupun acces point. Kunci haruslah cocok dari yang diberikan oleh access point ke client dengan yang dimasukkan oleh client untuk dilakukan autetikasi menuju ke access point. Untuk proses shared key authentication sendiri adalah sebagai berikut:
  1. Pertama, client akan meminta asosiasi ke access point (proses ini dinamakan Open System Authentication)
  2. Kemudian access point akan mengirim text challenge ke client secara transparan.
  3. Respon akan diberikan oleh clien, yaitu dengan mengenskripsikan text challenge menggunakan kunci WEP serta mengirimkan kembali ke access point.
  4. Access point akan menanggapi client dengan melakukan decrypt terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi text challenge dienkripsi mempergunakan WEP key yang sesuai.

c.WPA
WPA atau Wi-Fi Protected Access adalah suatu sistem yang juga merupakan pengaman jaringan nirkabel dan melengkapi dari sistem yang sebelumnya yaitu WEP. Banyak sekali yang mengatakan bahwa jaringan WEP banyak mempunyai kekurangan, oleh karena itu dikembangkanlah WPA. WPA diciptakan dan digunakan dengan alat tambahan lainnya yaitu sebuah PC. Mengapa harus PC? PC berguna sebagai authentication server yang akan memberikan kunci yang berbeda pada masing-masing pengguna dari jaringan nirkabel tertentu yang menggunakan access point. Terdapat minimal 3 pilihan yang harus diatur agar jaringan dapat berubah menjadi mode WPA, 3 pilihan tersebut adalah:
  1. Server, server yang dituju oleh access point akan memberi otentifikasi pada client. Untuk software yang biasa digunakan adalah freeRadius dan openRadius.
  2. Port, nomor portnya adalah 1812.
  3. Shared secret, merupakan kunci yang akan dibagi ke PC dan juga pada client tetapi secara transparan.

 d.WPA 2 Enterprise
Sebelum masuk ke WPA2 enterprise, berikut ini sedikit penjelasan mengenai WPA2. WPA2 merupakan sertifikasi prodek yang tersedia melalui wi-fi alliance. Update dari WPA2 ini diantaranya adalah WPA2 Enterprise dan WPA2 Personal. Untuk WPA2 enterprise ini memiliki 3 bagian utama yang terlibat, diantaranya adalah suppicant (client), authenticator dan authentication server. WPA2 enterprise menggunakan 802.1 x sebagai passwordnya dengan protocol EAP (contohnya EAP-TLS dan EAP-TTLS).

e.WPA2 Personal
WPA2-Personal : berarti kalian menggunakan password tapi ini lebih sedikit aman
dari pada WEP, dan password minimal 8 karakter dan
maksimal sampai 64 karakter.
WPA2 personal menggunakan Pre-Shared Key sebagai passwordnya, namun bisa di sadap dengan metode dictionary attack/brute force attack. Karena itu WPA2 personal ini tidak cocok digunakan untuk sistem pengamanan perusahaan besar.

Screenshoot hasil PING



Hasil Sharing